Search This Blog

Loading...

Pages

 

Saturday, June 25, 2011

Terkait Syiah, Habib Ahmad Zein Sebut Umar Shihab Pengacau MUI


Eramuslim - Setelah sempat tertunda, akhirnya seminar “Membongkar Syiah” bisa terlaksana, kemarin, Jum’at, 10/6/2011, di Mesjid Al Furqon Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia.

Dihadiri oleh ratusan Umat Islam yang haus akan info kesesatan Syiah, panitia menghadirkan berbagai pembicara lintas Ormas, diantaranya KH Kholil Ridwan (MUI), Habib Ahmad Zain Al Kaff (Yayasan Albayyinat dan PWNU Jatim) Ustadz Agus Tri Sundani dari Majelis Tabligh Dakwah Khusus PP Muhammadiyyah, Ustadz Tiar Anwar Bachtiar (Persis) dan tak ketinggalan, Ustadz Muda, KH. Idrus Ramli dari Ponpes Sidogiri Jatim.

Dalam paparannya KH Kholil Ridwan menekankan bahwa permasalahan Sunni Syiah sudah berlangsung ribuan tahun. “Persoalan Sunni Syiah ini persoalan lama bahkan sudah ribuan tahun semenjak zaman Sayyidina Ali menjadi khalifah, bahkan lebih kental lagi saat terbunuhnya Sayyidina Husain, sebelum itu gak ada istilah Sunni-Syi’i.”

Sedangkan Habib Ahmad Zein bin Al Kaff menyatakan bahwa MUI telah disusupi Syiah. Salah satunya beliau menyebut nama Umar Shihab yang menandatangani Mou di Iran atas nama MUI. “MUI harus dibersihkan dari orang-orang Syiah,” ungkapnya penuh nada semangat.

“Umar Shihab (Ketua MUI Pusat, red.) pengacaunya MUI. Dulu dia didukung dari Palu, tapi sekarang orang Palu sudah menarik dukungan dari Umar,” tambah Habib yang telah menulis puluhan buku tentang kesesatan Syiah ketika diwawancara Eramuslim.com

Tidak hanya MUI, organisasi Muhammadiyyah yang dengan tegas menolak Syiah juga kedapatan telah diinflitrasi Syiah pada bidang pendidikan. Ustadz Agus selaku perwakilan Muhamadiyyah membeberkan fakta banyaknya perguruan tinggi Muhammadiyyah yang disusupi Syiah, “Sejak banyak anak muda Muhammadiyah dapat beasiswa ke Iran, pulang bukan memperkuat ideologi Muhammadiyah, malah menjadi Syiah.” Ungkap Ustadz Agus.

Sekwil Muhammadiyah Jakarta ini juga mengungkapkan bahwa sejatinya Kang Jalal sendiri adalah kader Muhammadiyyah. Ia menjadi Syi’i setelah belajar ke Iran, “Banyak kader Muhammadiyah yang belajar ke Iran, pulang jadi Syiah, termasuk Kang Jalal yang dulu adalah seorang pemuda Muhammadiyyah.”

Dalam acara inipun, Laskar Pembela Islam mengendus mata-mata Syiah yang menyusup dalam acara ini. Mereka menyebarkan brosur untuk mengaburkan kesesatan Syiah dengan menyerang buku-buku karangan Ustadz Hartono Ahmad Jaiz yang terkenal concern menguliti kesesatan Syiah.

Namun uniknya, brosur tersebut juga tidak disertai referensi jelas, hingga jama’ah menilai brosur terebut hanya buah dari ketakutan kalangan Syiah. Acara pun sempat panas setelah salah seorang terduga Syiah diinterogasi oleh jama’ah. (pz)

Bela MUHSIN, Umar Shihab Sebut Sunni dan Syiah Bersaudara

Hidayatullah.com -- Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Dr. Umar Shihab, kembali menegaskan dukungannya  pada deklarasi Majelis Ukhuwah Sunni-Syiah Indonesia (MUHSIN) beberapa waktu lalu. Menurutnya, deklarasi itu adalah upaya yang tepat untuk menyatukan perbedaan antara Sunni di bawah bingkai kebhinnekaan

Ia juga menambahkan, selisih pendapat seputar Sunnni dan Syi'ah tak perlu diperdebatkan, tidak perlu menuding sesat satu sama lain. Menyebut Syiah sesat adalah keliru, toh pengikut syiah sendiri sah bisa naik haji ke Baitullah.

"Kita harus melihat bahwa antara Sunni dan Syi'ah itu adalah satu," kata Umar ditemui hidayatullah.com di sela-sela acara temua mediasi Forum Umat Islam Sumatera Utara (FUI-SUMUT) di Kantor MUI Pusat Jl Proklamasi Raya Jakarta, Selasa (21/06/2011).

Profesor Umar mengatakan, bagaimana pun pengikut aliran Syi'ah itu ada di Indonesia. Menurutnya, Syi'ah adalah sah sebagai mazhab Islam dan tidak sesat.

Adapun perbedaan antar mazhab sesunguhnya hanyalah pada tingkat ushul mazhab dan furu'uddiin semata. Realitas tersebut sejatinya bisa ditemukan pada seluruh mazhab atau aliran dalam Islam.

Ia melanjutkan, selain di dalam kelompok Sunni dan Syi'ah, memang ada kelompok kelompok yang menyimpang. Hal itulah yang harus dijelaskan kepada umat. Sementara Sunni dan Syiah, tegas Umar, adalah bersaudara.

"Yang bisa dibilang sesat itu seperti Ahmadiyah yang memang mengotori ajaran Islam, bukan Syi'ah. Yang harus kita kedepankan adalah bagaimana menjalin dan mengeratkan ukhuwah Islamiyah," terangnya.

Penolakan

Sebelum ini, sejumlah utusan ormas Islam mendeklarasikan pernyataan sikap menolak keberadaan Majelis Ukhuwah Sunni-Syi'ah (MUHSIN), di Masjid Al-Furqan, Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia Jakarta, Jumat, (10/06/2011).

Di antara yang hadir adalah Habib Ahmad Zain Al Kaff (Yayasan Albayyinat dan PWNU Jatim), Ustadz Agus Tri Sundawi (Majelis Tarjih PP Muhammadiyuah), Idrus Ramli (alumni Ponpes Sidogiri Jatim), KH. Cholil Ridwan (BKsPPI dan MUI), serta Tiar Anwar Bachrtiar (Persatuan Islam).

Selain pembicara hadir juga perwakilan sejumlah ormas Islam yang juga turut menandatangani surat pernyataan sikap bersama. Di antaranya Perhimpunan Al Irsyad, Persatuan Tarbiyah Islamiyah, Hidayatullah, BKSPPI, Wahdah Islamiyah, Persis, DDII, Pemuda Al-Irsyad, Albayyinat, dan Forum Kajian Aliran Agama (FKAA) Bandung.*

No comments:

Post a Comment

Recent Posts

Popular Posts

Total Pageviews

Facebook

Blog Archive

Shout Box


ShoutMix chat widget

Followers

Copyright © 2011. SMART ZIKIR . Published by Ardisyam