Search This Blog

Pages

 
Showing posts with label berita. Show all posts
Showing posts with label berita. Show all posts

Wednesday, November 21, 2012

Cara Canggih Jokowi Mengatasi Banjir Jakarta: Kerja Bakti

Salah satu karaketeristik Jokowi yang disukai oleh pendukungnya adalah hobi "blusukan" ke kampung-kampung untuk mengambil hati rakyat bawah. Tapi "blusukan" itu hanya sekedar kesia-siaan, jika tidak dibarengi oleh program-program konkret. Terlebih lagi kalau hanya menyuruh dinas-dinas Jakarta untuk menyelesaikan urusan itu. Semua orangpun bisa, tidak perlu orang "sekaliber" Jokowi.

Dimasa kampanye, Jokowi sesumbar akan menyelesaikan masalah banjir di Jakarta. Karena memang masalah banjir yang tidak terselesaikan yang membuat Foke bertekuk-lutut. Namun apa yang terjadi sekarang, Jokowi malah berkilah dengan mengatakan:

"Yang namanya banjir itu perlu proses. Jadi jangan mengharapkan seperti dewa langsung selesai. Saya bukan dewa. Dewa saja belum tentu bisa," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Senin (19/11).
Ia menjelaskan, secara jangka pendek, solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi banjir adalah menggalakkan kerja bakti di titik rawan. Menurut Jokowi, kerja bakti perlu digerakkan untuk membersihkan dan mengeruk selokan dan sungai-sungai kecil di perkampungan.
Sedangkan untuk jangka menengah dan panjang, Jokowi mengaku masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Di antaranya, penyelesaian proyek Banjir Kanal Timur, Cengkareng Drain, dan Kali Pesanggrahan. "Kita juga ingin membelokkan air yang datang dari atas (Bogor) ke kali Waduk Ciawi. Itu proses jangka panjang. Butuh berpuluh-puluh tahun," imbuhnya [1].

Yah ... warga Jakarta bersiap-siaplah untuk menghadapi banjir puluhan tahun lagi. Kalau tidak mau, ayo kerja bakti mencangkul saluran-saluran air di kampung.

Yang lebih parahnya, dikala banjir melanda Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo malah sibuk mengurusi kegiatan politiknya di luar kota. Menurut pengamat tata kota, Yayat Supriyatna, mantan wali kota Solo itu harus lebih fokus mengurusi masalah Jakarta yang sangat kompleks.

"Memang wajar, dulu pak Jokowi dibantu PDIP, tapi ada baiknya kita fokus kepada masalah yang saat ini sedang dihadapi dan harus segera diatasi," ujar Yayat saat dihubungi merdeka.com, Minggu (18/11). 
Yayat mengatakan, keputusan Jokowi untuk meninggalkan Jakarta pada saat ini merupakan tindakan yang tidak tepat. "Kepergian Jokowi ke Bandung memang politis, tapi setidaknya harus tetap profesional, kalau nggak mampu mengatasi (banjir), bakal dikecam terus," tegas dia. [2]

Itulah gubernur Jakarta yang dimasak oleh media massa. Selamat menikmati ya :)
[1] Jakarta Belum Berubah, Jokowi Jangan Cuma Nonton Banjir!
[2] Jakarta banjir, Jokowi malah urusi Rieke-Teten di Bandung
Posted on 1:21 PM / 2 comments / Read More

Friday, August 5, 2011

Breivik, Petani yang Dikecewakan Partai Buruh


Disebut-sebut Norwegia adalah sebuah negeri damai di kawasan Skandinavia, namun secara tiba-tiba dari negeri yang menganut sistem pemerintahan monarki konstitusional itu, masyarakat dunia dikejutkan oleh aksi terorisme. Lebih mengejutkan lagi, aksi terorisme yang menewaskan 92 orang, baik yang dilakukan dengan cara penembakan di Pulau Otoeya maupun peledakan bom di kantor pemerintahan di Oslo, dilakukan oleh fundamentalis Kristen. Media menyebutnya dengan sebutan seorang fundamentalis kanan.

Pelaku yang namanya diidentifikasi Anders Behring Breivik mempunyai pekerjaan sebagai petani organik yang mengaku dirinya seorang Kristen konservatif. Dirinya mempunyai sebuah keyakinan yang kuat yang menyatakan, satu orang dengan keyakinan setara dengan kekuatan pasukan 100 ribu orang dengan satu misi. Tidak hanya itu, Breivik terungkap telah bergabung dengan satu partai yang anti terhadap kaum imigran, multikulturalisme, dan Islam.

Dengan tertangkapnya Breivik maka hilanglah spekulasi yang sebelumnya menuduh apa yang terjadi di Oslo dilakukan oleh terorisme dari fundamentalis Islam. Dugaan itu sebelumnya menguat karena Norwegia pada saat yang sama sedang mengadili 2 terdakwa perencana teror yang dilakukan oleh anggota Al Qaeda. Selain itu pengadilan di negeri yang merdeka 17 mei 1814 itu juga tengah mengadili seorang ulama kelahiran Iraq yang hendak mengancam politisi Swedia itu. Ulama itu akan membunuh mereka jika sampai dideportasi.

Apa yang terjadi di Oslo dan Pulau Utoya itu tentu tidak dikehendaki masyarakat dunia pada umumnya dan masyarakat Eropa pada khususnya. Masyarakat Eropa dan Amerika Serikat, dengan kejadian ini tentu akan membelalakan matanya bahwa ternyata terorisme dilakukan tidak hanya oleh kelompok fundamentalis Islam, dari kelompok fundamentalis Kristen pun ternyata mempunyai kesempatan dan peluang yang sama bila mereka mau. Dan itu terbukti pada apa yang dilakukan oleh Breivik.

Intelijen kecolongan dari terorisme yang dilakukan Breivik sebab selama ini intelijen Norwegia lebih mengawasi sepak terjang ummat Muslim daripada kelompok-kelompok yang anti pemerintahan Perdana Menteri Jens Stoltenberg.

Negara-negara Eropa dan Amerika Serikat tidak menghendaki terorisme yang dilakukan Breivik, bukan hanya karena apa yang dilakukan adalah sebuah kejahatan kemanusiaan namun akan membiaskan atau mementahkan 'program' mereka untuk melawan terorisme dan memusuhi serta mengusir ummat Islam dari Eropa yang selama ini telah berjalan sesuai dengan skenario.

Selama ini banyak politisi negeri-negeri Eropa seperti Belanda, Swiss, Denmark, Swedia, Perancis, Jerman, serta beberapa negara lainnya mengkampanyekan anti Muslim. Kampanye yang dilakukan adalah dengan cara melarang penggunaan simbol-simbol Islam dan mendirikan masjid. Selain itu melakukan pembatasan terhadap kaum imigran yang datang dari negara-negara Arab dan Afrika Utara. Mereka khawatir dengan massifnya kaum Muslim dengan membawa identitas asalnya akan membuat rusaknya identitas dan nasionalisme bangsa-bangsa Eropa. Untuk mencegah hal yang demikian, maka fitnah, pelecehan, dan tindak kekerasan dilakukan oleh negara-negara Eropa kepada kaum Muslim.

Selepas apa yang dilakukan oleh Breivik maka membuktikan bahwa apa yang selama ini dituduhkan oleh negara-negara Eropa kepada ummat Muslim tidak selamanya benar. Amerika Serikat sendiri kebingungan dalam mensikapi terorisme di Oslo dan Pulau Otoeya, sebab dilakukan oleh kelompok yang selama ini tidak masuk dalam catatan kelompok yang harus diperangi. Sehingga pastinya Amerika Serikat tidak akan mengirimkan pasukan ke Norwegia. Tidak seperti ketika Al Qaeda melakukan aksi 9/11, mereka langsung menginvasi Afghanistan.

Selepas apa yang dilakukan Breivik akan terjadi babak baru hubungan antara Islam, Kristen, dan Barat. Barat akan menjadi paham bahwa ajaran kekerasan tidak hanya ada dalam satu agama saja (Islam) namun pada semua agama, dan itu dilakukan bila ummatnya mengalami tekanan.

Breivik kecewa pada kebijakan Stoltenberg yang disebutnya terlalu ke kiri. Breivik yang selama ini tergabung di dalam partai kanan merasa tidak terakomodasi. Stoltenberg adalan ekonom Norwegia, ketua Partai Buruh Norwegia (Norwegian Labour Party) atau Det norske Arbeiderparti sejak tahun 2001. Dirinya juga ketua Workers' Youth Leagaue periode 1985-1989 dan Oslo Chapter untuk Partai Buruh 1990-1992. Partai Buruh Norwegia adalah partai politik demokratik sosial yang didirikan pada tahun 1887. Partai Buruh merupakan partai politik terbesar di Norwegia sejak tahun 1927 dan sering memperoleh lebih dari separuh total kursi di parlemen.

Sebagai seorang petani, bisa jadi Breivik selama ini sering dikecewakan oleh kebijakan Stoltenberg. Sehingga pupuk dan bahan kimia yang dibelinya dalam jumlah besar, yang sedianya untuk perusahaan pertanian yang ia dirikan, Breivik Geofarm, ia gunakan untuk merakit bom. Selanjutnya kekecewaan Breivik itu dengan menggunakan keyakinan yang dianut dilampiaskan dengan meledakan kantor pemerintahan dan menembaki kader-kader Partai Buruh.

Apa yang dilakukan Breivik harus menjadikan masukan bagi Stoltenberg. Ia harus mampu mengakomodasi dan memperhatikan semua kelompok, etnis, dan agama agar kekecewaan dari masyarakat tidak diwujudkan dalam bentuk aksi teror.

Namun biasanya bila ada aksi teror, pemerintah biasanya langsung reaktif dengan bertindak keras. Bila negara-negara Eropa selama selama ini melarang simbol-simbol fundamentalis Islam, bisa jadi pasca terorisme di Norwegia yang dilakukan oleh Breivik itu akan membuat simbol-simbol dan gerakan fundamentalis Kristen akan juga diawasi dan dilarang oleh pemerintah.

*) Ardi Winangun pernah bekerja di Civil-Militery Relations Studies (Vilters). Penulis tinggal di Matraman, Jakarta Timur. Nomor kontak: 08159052503. Email: ardi_winangun@yahoo.com
Posted on 10:10 AM / 0 comments / Read More

Wednesday, July 27, 2011

Bernafsu Sebut Islam, PBB Kritik Media Tentang Serangan Norwegia


Hidayatullah.com--Pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk kebebasan beragama, Heiner Bielefeldt, melontarkan kritik pedas terhadap laporan-laporan awal media menyangkut pembunuhan massal di Norwegia pekan lalu, yang langsung menghubungkan tragedi tersebut dengan terorisme Islam.

Heiner Bielefeldt, yang merupakan Pelapor Khusus PBB untuk Kebebasan Beragama dan Kepercayaan, menunjuk laporan-laporan semacam itu sebagai contoh "memalukan" dan "terungkap jelas" mengandung prasangka-prasangka.

"Cara para komentator publik yang secara langsung menghubung-hubungkan pembunuhan massal di Norwegia pada Jumat (22/07/2011) lalu dengan terorisme Islam, merupakan contoh yang terungkap dan benar-benar memalukan menyangkut dampak kuat dari adanya prasangka," kata Bielefeldt seperti dikutip Pusat Media PBB, di New York, Amerika Serikat, Selasa.

"Sikap menghormati para korban dan keluarga korban seharusnya didahulukan daripada mengambil kesimpulan-kesimpulan yang murni berdasarkan spekulasi," kata Bielefedt.

Setidaknya 75 orang tewas dalam dua serangan di Norwegia, yaitu ledakan di pusat ibukota negara, Oslo, serta penembakan massal di kamp pemuda di Utoya, sebuah pulau dekat Oslo.

Seperti yang disebutkan Pusat Media PBB, menyangkut serangan hari Jumat itu banyak laporan awal media yang langsung memusatkan topik pada kontribusi pasukan Norwegia dalam perang di Irak dan Afghanistan serta hubungannya dengan serangan hari Jumat di Norwegia.

Pada kenyataannya, tersangka serangan pembunuhan massal itu ternyata adalah seorang pemuda non-Muslim yang kemudian disebut-sebut media sebagai ekstrimis politik berkewarganegaraan Norwegia.
Posted on 7:09 PM / 0 comments / Read More

Wednesday, July 20, 2011

Para Biksu Pimpin Kelompok Buddha Ekstrim Bantai Muslim Myanmar

Sebuah lembaga pengamat HAM (Human Right Watch) di New York, mendesak PBB agar badan itu segera bertindak menyelamatkan komunitas Muslim Myanmar. Imbauan itu disampaikan berkaitan kunjungan utusan khusus PBB untuk Myanmar bulan depan ke negara yang terletak di Asia Selatan itu. Sebagaimana diketahui, kaum Muslimin Myanmar sampai saat ini masih diperangi kelompok mayoritas Budha di negara tersebut.

Dalam laporan 12 halaman yang dirilis khusus untuk kunjungan utusan PBB tersebut, lembaga HAM yang bermarkas di New York itu mencantumkan data kasus-kasus serangan yang dialami Muslim Myanmar. Aksi pemberangusan kebebasan beragama, kata lembaga itu, masih terus dialami komunitas Muslim Myanmar. Demikian Agence France-Presse (AFP) melaporkan.

"Pemerintah Myanmar semestinya harus melindungi hak-hak Muslim di negeri tersebut. Namun yang terjadi justru sebaliknya, pemerinta malah memberlakukan larangan-larangan terhadap aktivitas keagamaan kaum Muslimin. Mereka juga tidak menjatuhkan hukuman terhadap orang-orang yang bertanggungjawab memusnahkan rumah-rumah dan masjid-masjid kaum Muslimin," lapor AFP mengutip pernyataan direktur lembaga HAM itu, Mike Jendrzeiczyk.

Aksi kekerasan yang menimpa kaum minoritas Muslim dipicu oleh kemarahan umat Buddha Myanmar yang merupakan kelompok mayoritas di negara itu. Mereka marah ketika pemerintah Taliban (semasih berkuasa) pada bulan Maret 2001 silam, menghancurkan candi-candi Budha kuno yang ada di Afghanistan.

Di sejumlah kota di luar ibukota Yangoon, lembaga HAM itu mengaku, mereka menerima sejumlah laporan yang bisa dipercaya tentang keterlibatan para perwira intelijen militer Myanmar dalam mendalangi aksi kekerasan anti-Muslim. Lembaga HAM itu berani bersumpah, lapor AFP, bahwa mereka memiliki bukti-bukti itu.

Aksi kekerasan terburuk terjadi pada bulan Mei dan September tahun lalu, ketika krisis ekonomi Myanmar jatuh pada tingkat paling parah. Di Taungoo, wilayah utara Yangoon, lebih dari 1000 massa yang dipimpin para biksu Buddha yang marah, menyerang dan membakar toko-toko Muslim, rumah-rumah dan masjid-masjid.

Dalam peristiwa itu sedikitnya 9 orang warga Muslim meninggal dunia. Para saksi mata menyebutkan, massa beringas yang dipimpin para biksu itu menyerang kelompok Muslim secara brutal. Menyusul peristiwa itu, kebebasan beribadah dan bepergian kaum Muslimin Myanmar kian dipersulit. Bahkan kaum Muslimin tak lagi bisa bebas beribadah sesuai dengan keyakinan Islam. Sejumlah negara Islam telah melayangkan protes dan keprihatinannya atas penghancuran HAM kaum Muslimin Yanmar.

Utusan khusus PBB, Razali Ismail, bekas dubes Malaysia, akan melakukan kunjungannya yang ke-8 kali ke Myanmar pada tanggal 2 Agustus 2002. Razali diharapkan bisa bertemu dengan para petinggi, termasuk dengan pihak junta militer Myanmar. Ia juga diharapkan dapat menemui pemimpin Liga Nasional untuk Demokrasi, Aung San Suu Kyi.

Sebuah laporan lembaga HAM belum lama ini, menyebutkan bahwa junta militer Myanmar telah melakukan perkosaan secara sistematis terhadap kaum wanita Muslim. Militer Myanmar telah menggunakan kekuatan senjatanya untuk menghabisi wanita Muslim setelah mereka memperkosanya.

Laporan yang dibuat Shan Human Rights Foundation dan Shan Women's Action Network memuat dalam dokumen laporannya tentang 625 orang gadis dan wanita di negara Shan, yang diperkosa para tentara Myanmar. Kebanyakan peristiwa itu terjadi antara tahun 1996 hingga 2001.

Namun pemerintah Myanmar pada tanggal 10 Juli 2002, dalam sebuah siaran resminya menuduh, bahwa dua lembaga HAM yang memuat laporan tentang kasus perkosaan oleh militer, adalah konspirasi yang dilakukan dengan kelompok pemberontak Shan United Revolutionary Army. Konspirasi itu juga, tuduh junta militer Myanmar, melibatkan Washington. (stn/iol)

Sumber: EraMuslim
Tanggal Publikasi: 19/07/2002 15:49
Posted on 9:49 PM / 0 comments / Read More

Friday, July 1, 2011

UU Belanda Larang Menyembelih Hewan


Hidayatullah.com--Parlemen Belanda meloloskan undang-undang yang melarang menyembelih hewan tanpa dipingsankan. Ini berarti menutup kesempatan bagi penganut Yahudi Ortodoks Belanda dan umat Islam untuk menyembelih hewan menurut tata agama yang mereka anut.

Undang-Undang ini masih harus melewati Senat dan pemerintah, namun disebutkan, pengesahan ini tak akan melewati batu sandungan yang berarti.

Ini akan menjadi ancaman dan melahirkan kecaman dari kelompok Islam dan Yahudi, dengan mengatakan ini melanggar kebebasan beragama mereka.

Menurut tata cara Islam dan Yahudi, hewan dipotong dengan memotong urat di leher dengan benda tajam, dan umat Islam dan Yahudi menegaskan, cara itu tidak lebih buruk ketimbang memukuli hewan hingga mati.

Undang-Undang ini diloloskan pada Selasa (28/6) dan mendapatkan dukungan penuh dari politisi garis kiri dan kanan.

Garis kiri menganggap, cara yang dilakukan secara agama tak berperikemanusiaan, sementara politisi sayap kanan mengatakan, cara agama diadopsi dari luar negara mereka dan sangat barbar.

Dipastikan beda persepsi menyembelihan ini yang terjadi antara rumah potong ternak di Indonesia dengan peternak sapi Australia saat ini, yang berbuntut pada penyetopan ekspor sapi potong ke Indonesia.

Cara penyembelihan yang dilakukan rumah pemotongan hewan di Indonesia dianggap penyiksaan oleh Australia. Cara yang dilakukan di Australia dengan dipingsankan terlebih dahulu melalui tembakan. Padahal cara penyembelihan yang dituntunkan agama akan memberi manfaat atas kebersihan hewan dari penyakit yang terbawa oleh darah.*
Posted on 6:39 PM / 0 comments / Read More

Tuesday, June 28, 2011

Mengapa Saudi Melakukan Intervensi Ke Bahrain?


Pasukan militer Saudi telah masuk Bahrain, Minggu kemarin? Sebulan yang lalu sebuah skenario yang buruk membayangi negara-negara Teluk, sejak badai protes yang menyapu seluruh dunia Arab, seakan "langit runtuh", di mana rezim yang berkuasa puluhan tahun itu, satu demi satu berguguran.

Salah satunya yang secara geopolitik paling strategis adalah Mesir, sesudah sebelumnya rezim Tunisia runtuh. Tidak lama sesudah Zine El Abidin Ben Ali meninggalkan negerinya, kemudian meledak "revolusi" di Mesir, yang berakhir dengan turunnya Hosni Mubarak yang sudah berkuasa selama 32 tahun.

Runtuhnya rezim Mubarak itu sekaligus membuka kotak pandora, bagi semua rezim berkuasa di dunia Arab, yang selama ini menjadi mitos, tidak dapat diotak-atik, ternyata mereka sangat rapuh, dan tidak dapat bertahan menghadapi aksi protes rakyatnya.

Peristiwa yang terjadi di negara-negara Arab, seperti Tunisia dan Mesir itu, memberikan ilham bagi generasi muda Bahrain, yang mendorong pemerintahan di Bahrain agar membuka diri dengan perubahan yang ada, dan mereka menginginkan perubahan.

Anak-anak muda mengejek Arab Saudi yang mengirim pasukan ke negeri mereka. Mereka merasa tidak memiliki hubungan dengan Arab Saudi, dan mereka merasa lebih kuat, karena sudah ada 1000 tahun yang lalu, dan mereka memiliki budaya yang lebih bebas dibandingkan di Saudi. Mereka bisa menonton film, minum minuman keras, dan segala kenikmatan duniawi tersedia di Bahrain. Semuanya gratis.

Arab Saudi mengirimkan pasukan ke Bahrain dengan alasan ingin melindungi fasilitas pemerintah, seperti tempat pasokan air dan listrik. Tetapi, Arab Saudi yang menjadi salah satu pilar dalam organisasi kerjasama negara-negara Teluk (GCC) itu, nampaknya tidak dapat membiarkan jatuhnya kekuasaan di Bahrain.

Karena, bila Bahrain jatuh, maka ancaman Syiah, sudah di depan mata. Bahrain yang menjadi negara Syiah yang dengan sendiri akan menjadi sekutu Iran akan menjadi ancaman bagi Arab Saudi. Syiah akan menjadi sebuah kekuatan politik baru di Bahrain. Kejatuhan Bahrain akan mempunyai "efek domino" bagi di Qatar, Kuwait, Emirat, Oman dan semua negara-negara Teluk akan jatuh ke tangan Syiah.

Kemampuan Saudi yang sekarang telah mengirimkan pasukan ke Bahrain, sangat diuji. Apakah akan mampu meredam kekuatan kelompok Syiah yang terus merangsek ke tampuk kekuasaan.

Langkah Arab Saudi bukan hanya mengirimkan pasukan, tetapi juga menggelontorkan uang dalam jumlah yang besar kepada rakyat di mana berlangsung aksi protes, seperti kepada Oman, di mana Arab Saudi menggelontorkan uang dalam jumlah yang sangat besar yang tujuannya menghentikan gerakan rakyat.

Oman yang berubah menjadi Syiah akan menjadi ancaman yang serius bagi masa depan Arab Saudi, dan kelompok Syiah di Saudi juga sudah melakukan gerakan yang menggunakan kelompok-kelompok yang tidak puas terhadap kerajaan. (mh/cnn) 

Sumber: http://www.eramuslim.com/berita/dunia/mengapa-saudi-melakukan-intervensi-ke-bahrain.htm
Posted on 7:19 PM / 0 comments / Read More

Saturday, June 25, 2011

Terkait Syiah, Habib Ahmad Zein Sebut Umar Shihab Pengacau MUI


Eramuslim - Setelah sempat tertunda, akhirnya seminar “Membongkar Syiah” bisa terlaksana, kemarin, Jum’at, 10/6/2011, di Mesjid Al Furqon Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia.

Dihadiri oleh ratusan Umat Islam yang haus akan info kesesatan Syiah, panitia menghadirkan berbagai pembicara lintas Ormas, diantaranya KH Kholil Ridwan (MUI), Habib Ahmad Zain Al Kaff (Yayasan Albayyinat dan PWNU Jatim) Ustadz Agus Tri Sundani dari Majelis Tabligh Dakwah Khusus PP Muhammadiyyah, Ustadz Tiar Anwar Bachtiar (Persis) dan tak ketinggalan, Ustadz Muda, KH. Idrus Ramli dari Ponpes Sidogiri Jatim.

Dalam paparannya KH Kholil Ridwan menekankan bahwa permasalahan Sunni Syiah sudah berlangsung ribuan tahun. “Persoalan Sunni Syiah ini persoalan lama bahkan sudah ribuan tahun semenjak zaman Sayyidina Ali menjadi khalifah, bahkan lebih kental lagi saat terbunuhnya Sayyidina Husain, sebelum itu gak ada istilah Sunni-Syi’i.”

Sedangkan Habib Ahmad Zein bin Al Kaff menyatakan bahwa MUI telah disusupi Syiah. Salah satunya beliau menyebut nama Umar Shihab yang menandatangani Mou di Iran atas nama MUI. “MUI harus dibersihkan dari orang-orang Syiah,” ungkapnya penuh nada semangat.

“Umar Shihab (Ketua MUI Pusat, red.) pengacaunya MUI. Dulu dia didukung dari Palu, tapi sekarang orang Palu sudah menarik dukungan dari Umar,” tambah Habib yang telah menulis puluhan buku tentang kesesatan Syiah ketika diwawancara Eramuslim.com

Tidak hanya MUI, organisasi Muhammadiyyah yang dengan tegas menolak Syiah juga kedapatan telah diinflitrasi Syiah pada bidang pendidikan. Ustadz Agus selaku perwakilan Muhamadiyyah membeberkan fakta banyaknya perguruan tinggi Muhammadiyyah yang disusupi Syiah, “Sejak banyak anak muda Muhammadiyah dapat beasiswa ke Iran, pulang bukan memperkuat ideologi Muhammadiyah, malah menjadi Syiah.” Ungkap Ustadz Agus.

Sekwil Muhammadiyah Jakarta ini juga mengungkapkan bahwa sejatinya Kang Jalal sendiri adalah kader Muhammadiyyah. Ia menjadi Syi’i setelah belajar ke Iran, “Banyak kader Muhammadiyah yang belajar ke Iran, pulang jadi Syiah, termasuk Kang Jalal yang dulu adalah seorang pemuda Muhammadiyyah.”

Dalam acara inipun, Laskar Pembela Islam mengendus mata-mata Syiah yang menyusup dalam acara ini. Mereka menyebarkan brosur untuk mengaburkan kesesatan Syiah dengan menyerang buku-buku karangan Ustadz Hartono Ahmad Jaiz yang terkenal concern menguliti kesesatan Syiah.

Namun uniknya, brosur tersebut juga tidak disertai referensi jelas, hingga jama’ah menilai brosur terebut hanya buah dari ketakutan kalangan Syiah. Acara pun sempat panas setelah salah seorang terduga Syiah diinterogasi oleh jama’ah. (pz)

Bela MUHSIN, Umar Shihab Sebut Sunni dan Syiah Bersaudara

Hidayatullah.com -- Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Dr. Umar Shihab, kembali menegaskan dukungannya  pada deklarasi Majelis Ukhuwah Sunni-Syiah Indonesia (MUHSIN) beberapa waktu lalu. Menurutnya, deklarasi itu adalah upaya yang tepat untuk menyatukan perbedaan antara Sunni di bawah bingkai kebhinnekaan

Ia juga menambahkan, selisih pendapat seputar Sunnni dan Syi'ah tak perlu diperdebatkan, tidak perlu menuding sesat satu sama lain. Menyebut Syiah sesat adalah keliru, toh pengikut syiah sendiri sah bisa naik haji ke Baitullah.

"Kita harus melihat bahwa antara Sunni dan Syi'ah itu adalah satu," kata Umar ditemui hidayatullah.com di sela-sela acara temua mediasi Forum Umat Islam Sumatera Utara (FUI-SUMUT) di Kantor MUI Pusat Jl Proklamasi Raya Jakarta, Selasa (21/06/2011).

Profesor Umar mengatakan, bagaimana pun pengikut aliran Syi'ah itu ada di Indonesia. Menurutnya, Syi'ah adalah sah sebagai mazhab Islam dan tidak sesat.

Adapun perbedaan antar mazhab sesunguhnya hanyalah pada tingkat ushul mazhab dan furu'uddiin semata. Realitas tersebut sejatinya bisa ditemukan pada seluruh mazhab atau aliran dalam Islam.

Ia melanjutkan, selain di dalam kelompok Sunni dan Syi'ah, memang ada kelompok kelompok yang menyimpang. Hal itulah yang harus dijelaskan kepada umat. Sementara Sunni dan Syiah, tegas Umar, adalah bersaudara.

"Yang bisa dibilang sesat itu seperti Ahmadiyah yang memang mengotori ajaran Islam, bukan Syi'ah. Yang harus kita kedepankan adalah bagaimana menjalin dan mengeratkan ukhuwah Islamiyah," terangnya.

Penolakan

Sebelum ini, sejumlah utusan ormas Islam mendeklarasikan pernyataan sikap menolak keberadaan Majelis Ukhuwah Sunni-Syi'ah (MUHSIN), di Masjid Al-Furqan, Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia Jakarta, Jumat, (10/06/2011).

Di antara yang hadir adalah Habib Ahmad Zain Al Kaff (Yayasan Albayyinat dan PWNU Jatim), Ustadz Agus Tri Sundawi (Majelis Tarjih PP Muhammadiyuah), Idrus Ramli (alumni Ponpes Sidogiri Jatim), KH. Cholil Ridwan (BKsPPI dan MUI), serta Tiar Anwar Bachrtiar (Persatuan Islam).

Selain pembicara hadir juga perwakilan sejumlah ormas Islam yang juga turut menandatangani surat pernyataan sikap bersama. Di antaranya Perhimpunan Al Irsyad, Persatuan Tarbiyah Islamiyah, Hidayatullah, BKSPPI, Wahdah Islamiyah, Persis, DDII, Pemuda Al-Irsyad, Albayyinat, dan Forum Kajian Aliran Agama (FKAA) Bandung.*
Posted on 12:23 PM / 0 comments / Read More

Friday, June 24, 2011

Pelaku Sunat di California Bakal Didenda 1.000 Dolar AS


REPUBLIKA.CO.ID, SAN FRANSISCO - Organisasi gabungan yang terdiri atas dokter dan komunitas Muslim serta Yahudi resmi berdiri. Organisasi ini bertujuan untuk menghadap sebuat aturan baru yang nantinya akan memblokir praktik sunat atas laki-laki di negara bagian itu.

Bila mulus, maka November ini akan dilakukan voting atas rencana aturan tersebut. Salah satu poin dalam aturan itu, adalah pemberlakuan denda sampai 1.000 dolar AS dan sampai satu tahun penjara bagi pelaku sunat.

Kelompok itu mengajukan gugatan Rabu atas nama organisasi masyarakat, dokter dan keluarga Yahudi dan Muslim. San Francisco merupakan kota pertama yang mengadakan pemungutan suara publik pada larangan sunat.

Para pendukung aturan mengatakan sunat laki-laki adalah bentuk mutilasi genital oleh orang tua ketika anaknya dalam kondisi tak berdaya (bayi). Penentang mengatakan larangan yang dianggap wajib oleh orang Yahudi dan Muslim adalah pelanggaran hak konstitusional.

The Anti-Defamation League (ADL), nama organisasi itu, juga bergabung dengan kelompok yang meminta Komite Pemilu untuk menghapus proposisi anti-sunat dari pemungutan suara dengan alasan bahwa Kota San Francisco tidak akan punya kekuatan untuk memberlakukan peraturan jika disetujui oleh pemilih.

"Hukum California jelas," kata Nancy Appel, Direktur ADL di San Francisco. "Hanya negara yang bisa membuat aturan tentang prosedur medis dan inisiatif ini melanggar hukum itu. Hal ini tidak hanya membuang waktu, energi, dan biaya, tetapi juga menyinggung pengertian tentang hak-hak orangtua dan kebebasan beragama. Ini adalah inkonstitusional dan, seperti yang kita sebutkan dalam gugatan ini, bertentangan dengan hukum California."

Jika disahkan, sunat laki-laki bisa dihukum dengan denda sampai 1.000 dolar AS dan sampai satu tahun penjara.
Posted on 8:41 AM / 0 comments / Read More

Iran Berhasil Luncurkan Satelit Rassad



REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN--Republik Islam Iran berhasil meluncurkan satelit kedua yang bernama Rassad ke orbit bumi. Peluncuran satelit yang berjalan dengan sukses dilakukan pada malam kelahiran Imam Ali as.

Satelit itu diluncurkan oleh pembawa satelit Safir-e-Rassad pada Rabu malam, Kesuksessan ini kembali membuktikan bahwa Republik Islam Iran terus berupaya menggapai puncak teknologi, meski negara ini ditekan dan diembargo. Namun embargo dan tekanan bukanlah alasan untuk jumud teknologi dan sains. Bahkan Iran mampu menjadikan tekanan dan embargo sebagai peluang untuk maju.

Meskipun mempunyai berat 15,3 kilogram yang merupakan kategori satelit mikro, namun satelit Rassad memiliki semua fitur satelit besar. Satelit ini telah melewati semua tahap yang diperlukan untuk manufaktur, pengujian perakitan, dan persiapan untuk diluncurkan di dalam negeri.

Satelit Rassad akan mengorbit bumi pada ketinggian 260 kilometer 15 kali setiap 24 jam. Misi peluncuran tersebut adalah untuk mengambil gambar permukaan bumi dan menyampaikan pesan ke stasiun bumi dengan informasi telematika. Satelit dilengkapi dengan panel surya ini dan menggunakan energi matahari untuk bekerja.

Sebelumnya, Iran untuk pertama kalinya meluncurkan satelit Omid pada tahun 2009. Dengan peluncuran satelit Omid, Iran menjadi negara kesembilan yang mampu mengembangkan teknologi untuk peluncuran satelit. Tehran juga berencana meluncurkan satelit berawak ke luar angkasa pada tahun 2019.
Posted on 8:39 AM / 0 comments / Read More

Saturday, June 18, 2011

Ketika Jilbab Terlarang dalam Dunia Olahraga


REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Muslimah dan Olahraga. Dua premis yang seolah terasing satu dengan yang lain. Kasus tim nasional perempuan Iran beberapa waktu lalu memberi sinyal 'penolakan' terhadap Muslimah oleh dunia olahraga. Apa yang salah? Begitulah kira-kira pertanyaan yang mengemuka.

Dari minat, gairah perempuan Muslim tidak kalah dengan kaum adam. Bahkan, sebagian dari mereka merupakan atlet berbakat. Sebagai ilustrasi saja, Kulsoom Abdullah. Muslimah Pakistan, namun tinggal lama di AS. Dia merupakan atlet potensial untuk kategori olahraga angkat besi. Dia pun bermimpi untuk ambil bagian dalam hajatan Olimpiade.

Sayangnya, mimpi Kulsoom bakalan terganjal regulasi Federasi Angkat Besi Dunia (IWF). IWF menilai apa yang dikenakan Kulsoom saat bertanding tidak bisa dipergunakan dalam ajang internasional. Alasannya pun cukup klise, setiap atlet angkat besi diharuskan mengenakan celana selutut dan baju ketat.

Aturan itu dinilai Kulsoom tidak seharusnya menghalangi seorang Muslimah untuk ambil bagian. Atas dasar keyakinan itu, dia dalam setiap beraksi mengenakan jilbab dan pakaian yang menutupi tubuhnya. Namun, apa yang dilakukannya memicu reaksi kontroversial dari IWF. Mereka akhir bulan ini akan memutuskan apakah Kulsoom akan diperkenankan mengenakan pakaian yang biasa dikenakan saat bertanding atau tidak.

"Itu keyakinan saya. Saya selalu berpakaian seperti ini dalam keseharian," kata dia seperti dikutip dari alarabiya, Jum'at (17/6).

Kulsoom mengaku kesal dengan pandangan yang tidak memperbolehkan perempuan berpartispasi olahraga lantaran berpakaian tertutup. Meski kesal, dia tidak bermaksud untuk mengharapkan Muslimah lain seperti dirinya. Dia hanya menginginkan adanya keleluasaan dalam berpakaian meski berbeda agama dan budaya.

Mengkomentari soal Kulsoom, Ibrahim Hooper, juru bicara Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), menilai semua Muslimah berhak untuk memilih apa yang menjadi pilihannya sekalipun pilihan itu jatuh pada angkat besi. Tugas masyarakat adalah bagaimana memberdayakan Muslimah sehingga mereka berhasil melalui segala proses dan berprestasi.

" Seharusnya tidak ada hambatan," kata dia.

Muslim bergelar doktor bidang teknik kelistrikan dan komputer ini mampu mengangkat beban hingga 245 pon. Pencapaiannya memang masih kalah dengan pemegang rekor saat ini Hossein Rezazadeh asal Iran yang mampu mengangkat beban maksimal hingga 470 pon.

"Ada banyak teknik yang terlibat. Ada kecepatan dan waktu untuk itu. Anda harus mengeluarkan segenap tenaga yang dimiliki," komentar Kulsoom yang bersiap ambil bagian dalam turnamen di AS.
Posted on 7:55 AM / 0 comments / Read More

Thursday, June 9, 2011

Akuntan Australia Mulai Minati Keuangan Islam


Hidayatullah.com--Selama seminggu, Dr Ishaq Bhatti, Direktur perbankan syariah dan program pembiayaan di La Trobe University, diundang untuk memberikan sambutannya pada satu sidang keuangan Islam di Institute of Charted Accountant in Australia (ICAA). ICAA dilantik oleh Royal Charter pada tahun 1928 dan dianggap sebagai bagian yang sangat penting dalam 'pembentukan' bidang jasa keuangan di Australia.

Bhatti berpidato untuk menyoroti kesempatan anggota ICAA dan lain-lain untuk belajar keuangan Islam secara online di La Trobe University.
Mengacu pada program online Olwyn O'Dowd, manajer teknis dari ICCA mengatakan, "Datang dari Irlandia saya bisa melihat peluang masa depan Australia dalam melaksanakan pendidikan lanjutan di bidang keuangan Islam."

La Trobe merupakan universitas pertama di Australia yang menawarkan pendidikan berfokus pada perbankan Islam dan keuangan online.
Bhatti mengatakan bahwa menjadi online, kursus 'La Trobe's Islamic Finance Professional Development (IFPD) ini dirancang agar cocok dengan jadwal pekerjaan banyak orang, tetapi juga menawarkan pilihan kelas tatap muka akhir pekan jika siswa lebih suka'.

Sementara itu saingan badan akuntansi CPA Australia minggu ini memiliki Angus Thomson, Direktur Penelitian dan Deputi CEO, Dewan Standar Akuntansi Australia, yang membahas dampak keuangan Islam dalam profesi akuntansi. Hasil pembahasan mereka dapat didownload sebagai podcast dari situs CPA Australia. (http://www.cpaaustralia.com.au/media/PD-Islamic-finance-accounting-issues-2011.mp3).

Kedua badan akuntansi utama Australia yang membahas mengenai keuangan Islam pada minggu yang sama, nampaknya mulai mengisyaratkan kepentingan yang ada di dalam komunitas keuangan menjelang peraturan pajak baru yang akan dijatuhkan yang bertujuan untuk meningkatkan kesempatan bagi produk-produk dan lembaga keuangan Islam.*
Sumber : abn
Posted on 8:21 PM / 0 comments / Read More

Sunday, June 5, 2011

Iran Protes Larangan Jilbab FIFA


REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN - Iran telah mengajukan protes terhadap pejabat FIFA yang melarang tim sepak bola perempuan negara itu untuk bermain di pertandingan kualifikasi Olimpiade. Alasan pelarangan karena pemain Iran memakai jilbab.

"Kami telah mengadakan pembicaraan dengan presiden Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) tentang partisipasi perempuan Iran di pertandingan dengan menggunakan jilbab Islami," kata ketua Federasi Sepakbola Iran (IFF), Ali Kaffashian, seperti dikutip ISNA pada Sabtu (4/6). ''Sayangnya, saya tidak mengerti mengapa pejabat yang bertanggung jawab atas pertandingan itu tidak mengizinkan tim kami bermain.

Oleh karena itu, Iran akan mengajukan protes ke FIFA terhadap pejabat yang bertanggung jawab atas pertandingan.

Pada Jumat (3/6), seorang pejabat FIFA dari Bahrain melarang tim sepak bola nasional perempuan Iran untuk bermain melawan Yordania di putaran kedua kualifikasi untuk Olimpiade 2012 London. Laga digelar di ibu kota Yordania, Amman.

Yordania mengumumkan menang 3-0 setelah tim Iran menolak untuk membuka jilbab mereka.
Posted on 5:08 PM / 0 comments / Read More

Monday, May 23, 2011

Syiah Menjadi Aliran Terlarang di Saudi


(voa-islam) Aliran Syiah mulai mendapat sikap tegas dari pemerintah Saudi. Tak ada kompromi untuk Syiah di sana. Bahkan, pemerintah Saudi sudah menyatakan kalau Syiah terlarang di negerinya.

Syiah merupakan satu aliran yang mengkafirkan para sahabat Nabi SAW, seperti Abu Bakar dan Umar. Syiah juga mengkafirkan kaum muslimin di luar kelompoknya, khususnya Ahlussunnah wal Jama'ah, dan menghalalkan darah mereka. Maka wajarlah jika pemerintah Saudi mengambil sikap tegas ini.

Pemerintah Saudi juga sudah mulai menutup masjid-masjid yang menjadi tempat berkumpulnya kaum Syi'ah di sana. Misalnya saja, Masjid Ismail di Khobar sudah dinyatakan tertutup untuk umum. Pemerintah Saudi memagarinya dengan tembok besar di depan masjid tersebut.

Aparat keamanan Saudi juga terus berjaga-jaga di depan masjid tersebut, dan sudah mengeluarkan larangan resmi kepada warga untuk datang lagi ke tempat itu, dengan tujuan apapun.

Sikap tegas pemerintah Saudi ini banyak didukung oleh para ulamanya. Misalnya Imam besar Masjid al-Haram, Makkah al-Mukarramah, Syaikh Adil ibn Salim al-Kalbani menyatakan kafirnya para ulama madzhab Syiah.
Sikap Syi'ah terhadap Abu Bakar dan Umar : Mengkafirkan keduanya dan orang yang mencintai keduanya, mendoakan keburukan, mencaci, dan melaknat mereka.
"Masalah kafirnya orang-orang Syiah (pengikutnya) itu masih mungkin untuk didiskusikan. Tetapi, saya sendiri memandang para ulama mereka adalah orang-orang kafir tanpa pengecualian," demikian dikatakan al-Kalbani dalam sebuah acara bertema "fi as-shamim" yang dibesut oleh kanal BBC edisi bahasa Arab pada Senin (4/5) kemarin.

Al-Kalbani juga menyatakan, sebab itulah ulama-ulama Syiah tidak layak untuk menjadi anggota pada Lembaga Pembesar Ulama (Hay'ah Kubbar al-Ulama) yang menjadi pucuk tertinggi lembaga keagamaan di Saudi Arabia.
Posted on 6:36 AM / 0 comments / Read More

Thursday, May 19, 2011

Diteror, Muslim Jepang Tuntut Pemerintah 1,9 Juta Dollar


(REPUBLIKA.CO.ID) Empat belas Muslim, termasuk warga negara Jepang, Senin (16/5) mengajukan gugatan terhadap pemerintah Tokyo dan negara Jepang. Tuntutan tersebut didasar pendapat bahwa investigasi anti-terorisme yang dilakukan polisi Jepang melanggar kebebasan iman mereka.

Ke-14 penggugat tersebut menuntut total 154 juta Yen ($ 1,9 juta), atau masing-masing 11 juta Yen, sebagai kompensasi atas kerusakan setelah rincian apa yang mereka sebut sebagai "penyelidikan terorisme ilegal" terhadap Muslim yang bocor.

Lebih dari 100 dokumen, data kisaran 2004-2010 dan termasuk dari FBI, yang bocor ke online pada November. Data tersebut memberikan rincian tentang warga Muslim Jepang yang ditanyai soal terorisme dan warga asing yang diteliti di Jepang.

Dokumen berasal dari Biro Keamanan Publik Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo dan termasuk rincian tentang tersangka terorisme Islam dan informan polisi. Tapi pengacara untuk kelompok - yang memiliki informasi bocor - pada Senin menyatakan 98 persen dari 72.000 Jepang Muslim telah dimonitor.

Untuk beberapa dari mereka, termasuk informasi pribadi tidak hanya nama mereka, foto, anggota keluarga dan alamat, tetapi juga rincian tindakan mereka seperti kunjungan ke masjid dan kebiasaan Internet, kata pengacara.

"Ini telah datang jelas bahwa jika Anda seorang Muslim atau memiliki semacam hubungan dengan mereka, Anda akan langsung diletakkan di bawah pengawasan polisi," kata pengacara Kazuyuki Azusawa.

Salah satu pelanggaran paling serius terhadap kebebasan beragama adalah petugas menyamar sebagai Muslim di masjid, katanya. Seorang pemilik toko berusia 40-nya yang tidak ingin disebutkan namana mengatakan ia melihat penjualan tokonya dibelah dua setelah rincian yang diposting.

"Aku bahkan tidak bisa kembali ke negara saya karena saya mungkin ditahan sebagai tersangka terorisme," katanya. "Saya ingin polisi Jepang untuk memperbaiki hidup saya."

Muslim adalah kelompok minoritas agama di Jepang, sebagian besar orang asing, banyak dari mereka menikah Jepang dan menetap di sini. Tetapi ada beberapa orang Jepang yang masuk Islam, dan 14 terlibat dalam gugatan itu mencakup beberapa bertobat.
Posted on 6:50 AM / 0 comments / Read More

Sunday, May 15, 2011

Sekuler Kurang Laku, Rakyat Mesir Ingin Pemerintahan Islam


(Hidayatullah) Hasil Jajak pendapat itu diikuti oleh seribu warga Mesir dan 60 persen di antaranya menginginkan pembentukan pemerintahan Islam yang berdasarkan nilai-nilai demokrasi sejati. Hasil jajak pendapat itu diterbitkan oleh koran beroplah besar Mesir, al-Ahram (11/5/2011).

Sementara itu, 24 persen responden lebih menekankan pada nilai-nilai demokrasi tanpa menyebutkan agama secara eksplisit.

Hanya empat persen dari responden yang mendukung pembentukan pemerintahan sekuler di Mesir sementara tiga persen sisanya menyatakan pemerintahan junta militer cocok untuk masa depan Mesir.

Jajak pendapat itu dilakukan dua bulan setelah revolusi rakyat Mesir berhasil menggulingkan Hosni Mubarak yang didukung AS.

Rakyat Mesir menuntut pelaksanaan pemilu bebas, transparan, dan adil pasca penggulingan Mubarak, dan menekankan bahwa rakyat yang harus menentukan jenis pemerintahan mendatang.

Mereka juga menuntut para pejabat militer yang berkuasa saat ini segera memutuskan hubungan dengan Israel dan mencabut blokade atas Jalur Gaza.

Partai-partai politik Mesir menilai blokade Gaza merupakan bentuk pelayanan terhadap kepentingan Israel dan Amerika Serikat serta berpotensi mengancam stabilitas regional dan independensi negara.

Mubarak mengikuti langkah Israel memblokade Jalur Gaza, meski Hamas memenangkan pemilihan umum masyoritas di Palestina pada tahun 2007. Namun kini semuanya berubah, rakyat Mesir ingin memberi dukungan lebih besar pada Palestina.

Namun fenomena ini belum tentu dibiarkan oleh Amerika Serikat (AS). As yang telah ‘memperbudak” pemerintah Mesir selama lebih kurang enam puluh tahun, bahkan dibiarkan memusuhi rakyatnya sendiri, khususnya Islam.

Sebelum ini, pasca revolusi mesir, 16 Februari 2011 Direktur CIA, Leon Panetta, menghadapi pertanyaan Komite Intelijen di Capitol Hill tentang agenda kelompok Islam pasca tergulingnya Husni Mubarak. Di antara yang ditekankan adalah kemungkinan pengaruh Al Ikhwan al Muslimun atau dikenal Ikhwanum Muslim.

“Dari perspektif intelijen, amat penting jika kita mengetahui apa posisi (Ikhwan) dan apa yang cenderung akan terjadi. Mesir merupakan negara kunci di Timur Tengah. Dan saya khawatir tentang itu,” kata Dianne Feinstein, Ketua Komite Intelijen Amerika.
Posted on 8:05 AM / 0 comments / Read More

Saturday, May 14, 2011

People Bay Menentang Pembangunan Masjid Di Brooklyn


(Cyber Sabili-New York) BBC melaporkan, beberapa pengunjuk rasa yang ingin menghentikan pembangunan masjid di kawasan Brooklyn Sheepshead Bay, New York, berencana membawa kasus pembangunan masjid ini ke pengadilan pada Selasa depan.

Penentang pembangunan Masjid ini antara lain blogger Anti Islam dan kelompok People Bay. Pamela Geller dari People Bay mengatakan, pembangunan masjid akan mengubah kualitas hidup di lingkungan perumahan yang selama ini tenang. "Lalu lintas dan parkir akan kesulitan dan suara bising adanya panggilan shalat lima kali sehari juga akan mengganggu," katanya.

Penduduk Sheepshead Bays sebagian besar berasal dari Italia, Rusia, dan Yahudi, ada juga warga keturunan Irlandia merasa tidak akan mendapat manfaat dari mesjid dan pusat komunitas Muslim, kata website People Bay.

Tetapi, warga Muslim dan sebagian warga non Muslim di kawasan ini justru menuduh kelompok People Bay sedang mengadakan sebuah agenda anti-Islam secara sistematis. Pasalnya, selama ini hubungan antar berbagai umat beragama di kawasan ini berjalan harmonis.

"Mereka menggunakan alasan lalu lintas dan kebisingan sebagai tabir untuk agenda fanatik mereka terhadap komunitas Muslim yang sudah mengantongi izin mendirikan masjid di Sheepshead Bay," tegas Debbie Almontaser dari Muslim Consultative Network.

Debbie Almontaser mengatakan, 200 keluarga muslim yang akan menggunakan masjid itu bertempat tinggal sangat dekat dengan masjid, sehingga kami hanya akan berjalan kaki dan tidak akan menggunakan kendaraan untuk ke masjid. Sedangkan soal suara azan untuk memanggil shalat lima waktu tidak akan disiarkan sampai ke luar masjid. Suara azan hanya akan terdengan di dalam masjid, mengingat kepekaan sebagian warga non-Muslim di daerah ini," terangnya.

Pertanyaannya, apakah pengaduan hukum atas kasus pendirian masjid ini yang hanya didasarkan pada klaim bahwa masjid dan masyarakat Muslim telah melanggar zonasi hukum dapat berhasil? Mengingat AS adalah negara yang katanya sangat menghargai hak konstitusional untuk kebebasan beragama? (ISPO/YD)
Posted on 10:01 AM / 0 comments / Read More

Wednesday, May 11, 2011

Tiga Bank Syariah Terbesar di Dubai Merger


(REPUBLIKA.CO.ID) Bank Emirates Syariah, Bank Dubai dan Bank Noor Syariah bakal menggabungkan diri alias merger. Opsi untuk menggabungkan ketiga bank syariah terbesar itu saat ini tengah dalam pertimbangan, dengan ide bahwa perusahaan gabungan akan mendapat bail out dari Amlak Keuangan, lembaga keuangan terbesar, ujar pejabat pemerintahan setempat kepada Emirates 24|7.

"Sejauh ini kami memahami, ada proposal penggabungan tiga bank syariah tersebut, yang kemudian Amlak akan bail out," ujar sumber yang mengungkapkan kondisi sebaliknya.


"Penggabungan tiga entitas (bank) tersebut secara substansi akan melahirkan Bank Syariah yang besar, yang kemudian dapat bail out dari Amlak. Emaar kurang begitu suka untuk menyimpang kelebihan uangnya di Amlak," ia menambahkan.

Koran Al Ittihad, pada awal Oktober, melaporkan bahwa Bank Dubai dan EIB adalah yang akan menaungi permbicaraan merger tersebut. Sehingga dapat melahirkan Bank Syariah terbesar di Emirat.


Langkah ini merupakan bagian dari visi ekonomi baru dari Pemerintah Dubai untuk mengintegrasikan bank-bank kecil dan menengah untuk dapat bersaing dan mengikuti perkembangan dan tantangan yang terjadi dalam industri, kata sumber itu.


EIB, 99,8 persen dikontrolh oleh Emirates NBD. Sementara Pemerintah Dubai menguasai sekitar 29,8 persen Bank Dubai, dimana dikontrol oleh Bank Dubai Group, yang berafiliasi pada Perusahaan Dubai. Bank Syariah Noor, 25 persen kepemilikannya dipegang oleh Dubai Group, anak perusahaan Dubai. Sementara 25 persennya dimiliki Korporasi Investasi Dubai.


Bulan lalu, Bank Syariah Dubai mengatakan bahwa pihaknya telah meningkatkan kepemilikan sahamnya di Uni Emirat Arab, yand diperoleh daro pinjaman hipotek Tamweel sebesar 57,3%. Perdagangan saham Ramweel dan Amlak tertunda beberapa waktu, sambil menunggu restrukturisasi.
Posted on 5:49 AM / 0 comments / Read More

Tuesday, May 10, 2011

Aktivis Syi'ah Teror Seminar di Masjid




(voa-islam.com) – Tak mau terbongkar kedoknya, para penganut Syi'ah fanatik meneror panitia seminar "Menghadapi Makar Syi’ah dalam Revolusi dan Aqidah." Kok masih ada orang beragama yang alergi forum ilmiah?

Sesuai jadwal, seharusnya acara seminar sehari yang bertema "Menghadapi Makar Syi’ah dalam Revolusi dan Aqidah" digelar Sabtu pagi (30/4/2011) di Masjid As-Sholihin Condet, Jakarta Timur. Meski persiapan sudah matang dan undangan sudah disebarkan dua pekan sebelumnya, namun acara dibatalkan sepihak oleh takmir masjid sehari sebelum acara digelar. Alasannya berkaitan dengan keamanan, karena takmir masjid mendapatkan terror dan acaman yang bertubu-tubi dari pihak luar yang diduga pengikut radikal Syi'ah.

Jum’at sore (29/4/2011), perwakilan Gerakan Mahasiswa Untuk Syari’at Islam (Gema Salam) selaku panitia pelaksana seminar mengonfirmasi persiapan acara kepada takmir masjid. Digelarlah pertemuan di rumah Haji Rustam Mahadji Tandjung, ketua DKM As-Sholihin di jalan Batu Ampar 3. Rustam didampingi Iskandar, Ketua Pelaksana Harian Masjid, dan Ahmad Nur Iman. Ternyata pihak DKM juga mengundang Aang Suhana, Bimas Polsek Kramat Jati.

Inti pertemuan itu adalah pembatalan acara seminar oleh takmir masjid. Pihak Gema Salam meminta toleransi agar acara tetap terlaksana karena undangan sudah menyebar di beberapa media dan sudah banyak jamaah yang mengkonfirmasi akan menghadiri acara tersebut. Namun ketua DKM tetap menolak dengan alasan beberapa masalah administrasi dan terutama banyaknya teror dan ancaman yang diterima.

Dengan raut muka yang nampak tertekan, Haji Rustam menjelaskan kalau dirinya mendapatkan banyak ancaman dan terror yang diduga dilakukan oleh kelompok Syi’ah atau dari pihak-pihak lain yang tidak ingin berlangsungnya acara tersebut. Ancaman teror disampaikan melalui telepon dan SMS ke ponsel miliknya. “Hari ini saja saya sudah mendapatkan enam kali telepon yang meminta acara itu dibatalkan. Mereka mengancam akan mengerahkan massa. Ada juga penelpon yang mengaku dari Kepolisian,” ujar Rustam dengan terbata-bata.

DKM bersikukuh agar acara tersebut dibatalkan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Padahal pihak kepolisian sebagaimana disampaikan Aang Suhana telah menjelaskan bahwa Polsek sudah menerima surat pemberitahuan penyelenggaraan acara seminar tersebut dan siap mengerahkan personel keamanan pada saat acara berlangsung. Akhirnya dengan berat hati Pihak Panitia Gema Salam pun mau tidak mau harus membatalkan acara tersebut.

Ustadz Hartono Ahmad Jaiz yang sedianya menjadi pemateri pada acara tersebut, menyayangkan pembatalan yang dilatari oleh teror gelap tersebut. Menurutnya, pembatalan acara itu sangat merugikan dakwah dan menguntungkan aliran sesat.

“Hal yang seperti ini harus diwaspadai, di mana dakwah tidak kondusif tapi aliran sesat malah kondusif. Umat Islam perlu menyadari bahwasanya aqidah ini sudah terancam. Ini keadaan yang kurang menguntungkan bagi umat Islam," ujar pemerhati aliran-aliran dan faham sesat itu.

Karenanya, Hartono mengimbau umat Islam agar mewaspadai ketimpangan antara dakwah Islam dan kebebasan penyiaran faham sesat. "Umat Islam harus menyadari, saat ini kesesatan itu justru bisa ngelunjak! Dakwah menyampaikan kebenaran bisa terhalangi, sedangkan orang yang merusak Islam malah bisa eksis," jelas penulis buku Aliran dan Faham Sesat di Indonesia itu.
...kebencian kaum Syi'ah terhadap Islam itu lebih besar dibandingkan orang kafir. Permusuhan ini dilakukan oleh pemerintah Syi’ah di Iran dengan membunuhi para ulama Sunni dan menghancurkan masjid-masjid Sunni...
Mengenai sekte Syi'ah, Hartono menjelaskan bahwa kebencian kaum Syi'ah terhadap Islam itu lebih besar dibandingkan orang kafir. Permusuhan ini dilakukan oleh pemerintah Syi’ah di Iran dengan membunuhi para ulama Sunni dan menghancurkan masjid-masjid Sunni. "Para ulama Sunni dibunuhi, dan masjid-masjid Sunni dihancurkan. Padahal di London dan negeri-negeri kafir lainnya saja masjid boleh didirikan," jelasnya.

Bukti permusuhan lainnya terhadap Islam, di Taheran Iran tidak ada satu pun masjid Sunni (Ahlus Sunnah). Ketika ditanya wartawan di Afrika Utara mengenai kondisi masjid Sunni di Taheran, Syaikh Taskhiri, ulama Syi’ah, menjawab bahwa saat ini belum saatnya. Bila mereka mengetahui ada sebuah rumah yang menyelenggarakan Shalat Jum’at berjamaah, malah digrebeg.

Hartono mengingatkan umat agar waspada terhadap sekte Syiah, bila tak ingin mengalami nasib yang sama bila menjadi minoritas seperti di Iran. "Ketika belum berkuasa saja Syi’ah sudah berani meneror dakwah, apalagi kalau sudah berkuasa,” tutupnya.

Senada itu, Ustadz Anung Al-Hamat Lc yang juga dijadwalkan menjadi pemateri acara tersebut, menyatakan kekecewaan pembatalan acara. Menurutnya, para pengikut Syi'ah melakukan teror untuk membatalakan acara karena mereka tak mau ada pihak yang membongkar kesesatan Syi'ah. "Kaum Syi’ah memang sudah di ujung kekalutan dan ketakutan terbongkarnya kesesatan mereka," ujar alumnus Fakultas Hadits Universitas Al-Azhar itu.

Mengenai program revolusi Syi'ah, Ustadz Anung mendapat berita itu dari salah seorang jamaah yang pernah menghadiri majelis Syi’ah, yang menceritakan bahwa Syi’ah akan melakukan Revolusi 20-30 tahun ke depan.

Kekecewaan tak jauh berbeda juga disampaikan Abu Asybal Usamah, narasumber ketiga dalam acara seminar tersebut. Seminar tersebut digelar bukan untuk menebar permusuhan, tapi demi tanggung jawab dakwah. Ironis bila dakwah disambut dengan teror.

"Kita mempunyai tanggung jawab bersama menolong umat Islam di mana pun mereka dan membongkar makar Syi’ah adalah upaya preventif untuk membentengi umat Islam khususnya di Indonesia," tuturnya. “Syi’ah mempunyai latar belakang Revolusi dan politik yang perlu diwaspadai, mereka bermain secara halus membonceng pluralislme dan liberalisme serta melakukan pendekatan kepada elite penguasa.”

Meski hajat seminar bertema membongkar makar Syi'ah terganjal teror, namun panitia penyelenggara tak surut semangat. Rencananya, seminar itu akan digelar dalam waktu dekat di tempat yang kondusif. “Kami mewakili Gema Salam mohon maaf kepada umat yang sudah dikecewakan atas pembatalan acara tersebut. Insya Allah dalam waktu dekat kami persiapkan acara seminar 'Menghadapi Makar Syi’ah dalam Revolusi dan Aqidah' di tempat lain," ujar Usamah mewakili rekan-rekannya Gema Salam. "Insya Allah kami tidak akan menyerah dengan tekanan apapun!” tekadnya. [taz, ahmed widad]
Posted on 5:42 AM / 0 comments / Read More

Kadhafi, Mussa Kussa dan Bashar Assad Mitra Yang Baik


(voa-islam.com) - Mantan Kepala CIA pada hari Selasa (26/04/2011) memuji kerjasama masa lalu dengan pemimpin Libya Muammar Khadafi dalam memerangi "terorisme" dan berkata kejatuhannya bisa menyulitkan kepentingan AS dalam jangka pendek.
Pensiunan jenderal Michael Hayden, yang memimpin Central Intelligence Agency (CIA) dari 2006-2009 di bawah Presiden George W. Bush, mengatakan bahwa Suriah yang saat ini tengah bergolak juga membantu intelijen AS dengan baik meski hanya di daerah selektif. Berbicara pada konferensi di Marine Corps University, Hayden mengatakan bahwa CIA telah bekerja sama dengan sangat baik dengan Muammar Kadhafi dan Mussa Kussa, menteri luar negeri Libya yang membelot bulan lalu ketika pasukan yang loyal kepada Muammar Kadhafi bergerak memerangi pemberontak. "Apapun yang anda pikirkan tentang Muammar Kadhafi dan Mussa Kussa ... mereka adalah baik dan mereka adalah mitra kontra terorisme yang baik, "kata Hayden dalam konferensi di dekat Washington. Hayden mengatakan Presiden Suriah Bashar al-Assad merupakan orang yang 'cukup bagus' untuk memerangi militan Muslim Sunni, tetapi mendukung radikal Syiah. Assad merupakan anggota sekte Alawite, sebuah cabang Syiah yang dibenci oleh kaum ekstrimis Sunni seperti Al-Qaeda. (aa/AFP)
Posted on 5:04 AM / 0 comments / Read More

Monday, May 9, 2011

Negara Pecundang



Globalisasi telah menjadi ideologi dunia yang tidak bisa dihindari. Hampir tidak ada negara yang berani mengambil pilihan untuk menutup diri. Suka atau tidak suka, semua negara pada akhirnya membuka diri terhadap arus besar globalisasi.


Ciri utama globalisasi, antara lain, ditandai dengan adanya perdagangan bebas. Semua negara bebas berkompetisi dan diperlakukan sama. Semua negara berhak mendapatkan dan menjual barang dan jasa yang dibutuhkan.

Dalam sistem seperti itu, distribusi keuntungan diyakini akan tersebar secara merata. Sayangnya, kenyataan berbicara lain. Tengoklah, misalnya, implementasi perjanjian perdagangan bebas ASEAN-China atau yang dikenal dengan ASEAN-China free trade agreement (ACFTA).


Boro-boro kecipratan keuntungan, kekhawatiran banyak kalangan akan dampak negatif perdagangan bebas malah menjadi kenyataan. Setidaknya, sejak lebih dari setahun pemberlakuan ACFTA, produksi industri nasional sudah turun 50%.


Bisa dibayangkan akibat lanjutannya, sektor industri terpaksa memangkas jumlah pegawai hingga 20%. Padahal, pertambahan angkatan kerja baru mencapai 2 juta per tahun. Itu sama artinya jumlah pengangguran terus terdongkrak naik dari 8,9 juta pada 2009 menjadi 9,2 juta orang pada tahun ini.


Bukan cuma itu, angka-angka statistik lain memang kian membuahkan kecemasan.


Lihatlah neraca perdagangan yang terus babak belur. Pada 2006 Indonesia masih menikmati surplus US$39,7 miliar, sedangkan tahun ini anjlok tinggal US$22,1 miliar.


Tergerusnya surplus perdagangan itu, salah satu penyebabnya, akibat kian timpangnya neraca ekspor-impor Indonesia dan China. Pada 2000-2007 neraca perdagangan Indonesia-China masih seimbang, tapi lambat laun Indonesia malah mengalami defisit. Pada 2010 saja, defisit perdagangan Indonesia dengan China sudah mencapai US$7 miliar.


Data itu mencerminkan begitu derasnya arus barang dan jasa dari China yang masuk ke Indonesia, mulai dari komoditas remeh-temeh seperti peniti hingga barang yang sesungguhnya sudah banyak di negeri ini.


Bila semua kecenderungan itu dibiarkan, sempurnalah Indonesia menjadi negara pecundang. [Media Indonesia]
Posted on 8:12 PM / 0 comments / Read More

Popular Posts

Total Pageviews

Facebook

Blog Archive

Shout Box


ShoutMix chat widget

Followers

Copyright © 2011. SMART ZIKIR . Published by Ardisyam